//
you're reading...
latar belakang

hubungan pengajaran remedial dengan nilai Pelajaran Akidah Akhlak Kelas … di Madrasah Tsanawiyah Negeri … Tahun … ?

A. Latar Belakang

Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan mem-bentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga yang demokratis serta bertanggung jawab yang sesuai dengan perkembangan dan kemajuan jaman.

Fungsi dan tujuan pendidikan sebagaimana yang telah dikemukakan di atas hendak harus dicapai melalui proses pembelajaran di kelas. Oleh karena itu skanario pembelajaran harus dirancang dengan baik oleh guru, dengan harapan siswa dapat berhasil dalam mempelajari materi pembelajaran.

Made Alit Mariana (2003: 2) mengatakan bahwa keberhasilan siswa dalam mempelajari suatu materi pembelajaran (subject matter) terletak pada kemampuan siswa mengelola belajar (management of learning), kondisi belajar (condition of learning) dalam membangun struktur kognitifnya pada bangunan pengetahuan awal (prior knowledge), serta mempresentasikannya secara benar.”

Pengelolaan belajar dan kondisi belajar seseorang berhubungan dengan proses pembangunan pengetahuan dalam struktur kognitif pelajar. Kondisi belajar berkaitan dengan materi topik yang dipelajari (content) dan pengelolaan pembelajaran berkaitan dengan cara membangun pengetahuan. Untuk dapat menyerap informasi baru yang dipelajari dan mengimplementasikannnya ke dalam suatu bangunan baru atau informasi yang telah diasimilasikan dengan pengetahuan awal siswa, diperlukan alur pemerosesan informasi yang benar.

Kenyataan bahwa maih ada siswa yang mengalami kesulitan untuk belajar dengan benar atau mengalami kesulitan belajar sehingga membutuhkan pembelajaran remedial. Pengajaran remedial diperlukan agar siswa mampu merespon yang sesuai dengan keperluan  informasi yang diperoleh siswa dalam mempelajari mata pelajaran. Pembelajaran remedial sesungguhnya memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi dibandingkan dengan program pengayaan (bagi siswa yang tuntas). Kondisi ini dikarenakan bahwa pembelajaran remedial diberikan kepada siswa yang mengalami gangguan, kesulitan atau hambatan bahkan kegagalan belajar. Problem siswa tersebut sudah barang tentu baik dilihat dari tingkat, sifat, faktor penyebabnya dan cara menetapkan, serta langkah- langkah kemungkinan mengatasinya beraneka ragam agar pengajaran remedial dapat berhasil dengan baik.

Pembelajaran remedial akan dapat berjalan secara baik, manakala diprogramkan dan menempuh langkah-langkah yang telah ditetapkan dengan baik. Dalam pembelajaran remedial tergambar tujuan yang ingin dicapai. Tujuan itu tidak lain agar siswa yang mengalami kesulitan dapat mencapai prestasi belajar secara maksimal, melalui penyembuhan atau pembetulan. Penyembuhan atau pembetulan itu dilakukan guru dengan dasar untuk membantu siswa agar dapat menolong dirinya sendiri dengan cara mengikuti langkah-langkah belajar dengan benar dan bermakna.  pengajaran remedial dengan nilai Pelajaran Akidah Akhlak Kelas … di Madrasah Tsanawiyah Negeri … Tahun … ?, sudah baik, namun ada beberapa langkah-langkah yang kurang diperhatikan sehingga nilai siswa tidak begitu membaik.

Berdasarkan hasil observasi awal peneliti lakukan proses pembelajaran remedial yang dilakukan belum menempuh langkah-langkah sebagaimana mestinya sehingga, belum  mampu mencapai hasil yang optimal dalam upaya meningkatkan nilai siswa. Untuk itu menarik bagi penulis untuk melakukan kajian lebih jauh dalam suatu penelitian, tentang hubungan pengajaran remedial dengan nilai Pelajaran Akidah Akhlak Kelas … di Madrasah Tsanawiyah Negeri … Tahun … ?

Seperti yang telah dijelaskan di atas, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan belajar sehingga membutuhkan pengajaran remedial. Demikian pula kasus yang terjadi pada kelas … di Madrasyah Tsanawiyah Negeri …., Ada beberapa siswa yang mengalami kesukaran dalam menyerap materi pelajaran, sedikit contoh saja nilai ulangan harian pada umumnya rata-rata 6 dan ada beberapa yang di bawah 6. Ini jelas sekali hasil belajar yang dicapai cenderung rendah.

Guru menunjuk salah satu siswa untuk menjawa, namun siswa tersebut tidak dapat menjawab. Setelah diadakan ulangan harian masih banyak yang mendapat nilai rata-rata di bawah standar. Guru bidang studi tersebut hanya meminta siswa yang nilainya rendah untuk membuat kesimpulan tentang materi iman kepada malaikat. Ringkasan tersebut dimaksudkan untuk mencukupi nilai yang kurang. Namun masalahnya, nilai ulangan semester siswa juga ada yang rendah. Jadi pengajaran remedial hanya tugas membuat kesimpulan. Menurut peneliti ini saja tidak cukup karena dari segi pemahaman siswa (kognitif) belum sepenuhnya tercapai.

Peneliti beranggapan bahwa pengajaran remedial yang dilakukan oleh guru bidang studi Akidah Akhlak berhubungan dengan nilai siswa. Di sinilah letak ketertarikan peneliti untuk mengangkat masalah tersebut dalam satu penelitian.

ini sampel BAB 1 bagian LATAR BELAKANG, ….lebih lengkapnya silahkan hubungi lewat email skripsitarbiyah@gmail.com

About skripsitarbiyah

blog skripsi tarbiyah merupakan media untuk sharing berbagai skripsi khususnya jurusan tarbiyah pendidikan agama islam

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: